Author Archive
Pemprov dan Gaido Travel & Tours Bersatu Datangkan Wisatawan
SERANG – Pemprov Banten mendukung keberadaan dan langkah-langkah yang diambil Gaido Travel & Tours untuk mendatangkan wisatawan ke Banten dalam pencanangan Visit Banten 2015. hal itu diungkapkan Gubernur Ratu Atut Chosiyah yang diwakili Plt Kepala Dinas Budaya dan Pariwisata (Disbudpar) Banten Husni Hasan dalam acara Grand Opening banten Sebagai Tujuan Wisata yang berlangsung di Ratu Hotel Bidakara, Sunday (19/5).
Dalam sambutannya Husni mengatakan, Pemprov Banten melalui PP nomor 26/2012 tentang Kawasan Ekonomi Khusus (CAKE) Pariwisata Tanjung Lesung merupakan bagian dari upaya untuk menjadikan Banten sebagai destinasi para wisatawan. “Selain itu pembangunan infrastruktur penghubung Jawa-Sumatera melalui Jembatan Selat Sunda (JSS) yang sudah memasuki tahap persiapan serta didukung program MP3EI 2030, Banten masuk dalam zona Jawa-Sumatera yang membutuhkan kesiapan sumber daya manusia khususnya di bidang pariwisata,” ujar Husni.
Berdasarkan data Neraca Satelit Pariwisata Daerah (Nesparda) 2012, tercatat bahwa dari tiga kunjungan wisata ke Banten, sebesar 59 persen masih didominasi masyarakat Banten sendiri. Diikuti oleh DKI Jakarta sebanyak 23,50 persen dan Jawa Barat 14,50 percent. “Harus diakui, Banten memang memiliki banyak kawasan wisata yang bagus-bagus. Tapi juga harus disadari, kita belum menjadi tujuan wisata. Ini yang menjadi tugas kita bersama. Tentunya dengan kehadiran dan kerja sama yang digalang Pemprov Banten dengan Gaido Travel & Tours, wisatawan akan bisa kita tarik ke Banten. Baik itu wisatawan lokal Banten, lokal Indonesia, maupun wisatawan mancanegara,” ungkap Husni.
Time that, segmen wisatawan yang mengunjungi kawasan wisata di Banten didominasi oleh pelajar, adolescent, serta eksekutif muda. Hal ini, kata Husni, harus dicermati dan diberikan fasilitas yang memadai sehingga mereka betah yang akan memberikan promosi gratis kepada wisatawan lain di daerah asalnya. “Peran-peran asosiasi bidang pariwisata termasuk di dalamnya travel agent tentu menjadi bagian yang tidak bisa terpisahkan dalam industri ini. Oleh sebab itu, kami selaku pemerintah daerah menyambut baik kehadiran Gaido Travel & Tours di Banten ini,” he said.
Hal senada diungkapkan President Director Gaido Travel & Tours Muhammad Hasan. According to, 524 objek wisata yang tersebar di 18 kawasan wisata di Banten merupakan magnet tersendiri. Hanya saja, yang diperlukan saat ini adalah bagaimana mempromosikan secara berkesinambungan bersama pemerintah untuk memperkenalkan wisata yang ada. “Seba Baduy merupakan salah satu objek wisata yang sudah disorot oleh wisatawan asing. Termasuk Ujung Kulon. Ini tinggal bagaimana kita mengemasnya saja sehingga menjadi daya tarik bagi wisatawan,” bright.
Saat disinggung masalah infrastruktur, Hasan mengaku tidak khawatir. Ia mendapatkan informasi bahwa Pemprov Banten sudah mengagendakan pembangunan infrastruktur yang dimulai dari tahun ini. Bahkan menurut Hasan, ia tidak ingin meminta terlalu banyak kepada Pemprov Banten terkait masalah infrastruktur. Karena menurutnya, masalah infrastruktur akan baik dengan sendirinya saat para wisatawan itu sudah datang. “Selama ini orang selalu mengeluhkan infrastruktur sebagai alasan wisata di Banten tidak jalan. Saya ingin membalik anggapan orang-orang itu. Saya ingin mendatangkan wisatawan dulu, setelah itu saya yakin pemerintah akan mendukung dengan melakukan perbaikan infrastruktur. Apalagi saya dengar dari Ibu Gubernur bahwa Banten sedang membangun dan itu merupakan kabar baik bagi perkembangan wisata di Banten,” he said. (*)
(Radar Banten, 20 May 2013)
Gaido Travel & Tours Siap Datangkan Wisatawan ke Banten
SERANG – Dunia pariwisata di Banten dalam waktu dekat akan semakin menggeliat. Salah satu indikatornya adalah hadirnya Gaido Travel & Tours di Banten. Gaido Travel & Tours merupakan salah satu perusahaan yang bergerak di bidang perjalanan dengan skala internasional. Already, Gaido Travel & Tours membuka cabang kesepuluhnya di Banten, tepatnya di Ratu Hotel Bidakara. “Kami berada di Serang, Banten ini adalah membawa misi yang cukup besar, yaitu menjadikan Banten sebagai tujuan pariwisata. Hal itu untuk mengangkat Visit Banten 2015. Banyak yang tidak yakin, khususnya dengan infrastrukturnya, tapi saya tertantang dan siap mendatangkan wisatawan, baik lokal maupun asing ke Banten,” ujar Muhammad Hasan, President Director Gaido Travel & Tours, Friday (17/5).
He said, Gaido Travel & Tours memiliki jaringan, baik di luar negeri maupun di dalam negeri. Tercatat ada 12 perwakilan daerah di Indonesia yang tersebar di seluruh Indonesia. While, di luar negeri Gaido Travel & Tours ada di Malaysia, Singapura, Brunei Darussalam, Saudi Arabia, dan Australia. “Kami memiliki kemampuan dan kesanggupan untuk membawa turis asing dan lokal ke Banten. Yang penting, kami tidak sendirian. Harus ada kerja sama dari pemerintah setempat. Saya juga sudah menyampaikan kepada Gubernur dan Plt Kepala Dinas budaya dan Pariwisata Banten Husni Hasan. Mereka sangat terbuka untuk menjadikan Banten sebagai salah satu tujuan wisata,” ujar Hasan yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Kadin Pusat itu.
The plan, hari ini Pemprov Banten dan Gaido Travel & Tours akan membuat city tour. Hal ini dilakukan untuk memperkenalkan kepada masyarakat apa yang ada di Kota Serang. Yang tidak kalah pentingnya, akan ada city tour ke Baduy. “Ini adalah persoalan bagaimana mengemas pariwisatanya. Karena, di Banten ini memang banyak tempat pariwisata yang bagus, tapi Banten belum menjadi tempat tujuan pariwisata. Tugas kita adalah bagaimana caranya membuat Banten jadi tujuan wisata. Sebagai contoh, Baduy itu tidak ada di dunia, hanya ada di Indonesia. Termasuk badak bercula satu di Ujung Kulon yang hanya ada di Indonesia, khususnya Banten. Sebenarnya, ini hanya bagaimana cara mengolah dan menjualnya,” he said.
Ia meyakini, dengan tumbuhnya pariwisata di Banten, akan menambah APBD, menambah income perkapitanya, membuka lapakan kerja, dan menyejahterakan masyarakat sekitarnya. “Yang terpenting, bisa mengangkat harkat dan martabat sebuah daerah termasuk masyarakatnya. Apa yang kita inginkan, kita harus korban pikiran, tenaga, dan korban harta. Itu semua siap kita korbankan melalui Gaido Travel & Tours,” ungkap Hasan yang ternyata orang asli Banten itu. (bon/dwi)
(Radar Banten, 18 May 2013)
Jalan Menuju Pantai Sawarna Sempit
Bayah – Warga Desa Sawarna meminta Pemkab Lebak untuk melakukan pelebaran jalan menuju Pantai Sawarna. Mereka beralasan, akses jalan Cibayawak-Ciawi dengan panjang sekira 10 kilometer dan lebar sekira tiga meter sangat sempit dilalui kendaraan yang hendak berkunjung ke Pantai Sawarna. Terlebih saat ini kunjungan mulai ramai, apalagi jika menjelang libur sekolah dan hari raya.
Menurut Sekretaris Desa (Sekdes) Sawarna Lili Suhaeli, sudah saatnya ruas jalan menuju Pantai Sawarna diperlebar. Ini diperlukan untuk memperlancar lalu-lalang kendaraan yang berkunjung ke Sawarna dan memberi kenyamanan bagi para pengunjung. “Ditambah saat ini pinggir jalan tidak terawat karena banyak ilalang dan rumput setinggi orang dewasa yang menghalangi pandangan pengendara motor sehingga kondisi ini rawan kecelakaan,” kata Lili saat menghubungi wartawan, Thursday (16/5).
Ia menambahkan, pelebaran akses jalan ini juga untuk merangsang minat wisatawan berkunjung ke Pantai Sawarna. Hal ini Karena, wisatawan biasanya mau berkunjung jika akses jalan bagus dan memadai. Time that, jalan dari arah Bayah menuju Sawarna cukup baik. Namun jalan alternatif atau dari arah Cilograng menuju Sawarna kondisinya banyak yang rusak. “Kami juga minta Pemkab Lebak memperbaiki sejumlah kerusakan jalan dari Cilograng menuju Sawarna yang saat ini banyak yang rusak,” harapnya.
Sementara saat dihubungi, Kabid Pembangunan dan Pemeliharaan Jalan pada Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Valley, Entoy, telepon selulernya dalam kondisi tidak aktif. (mg-30/sr/ags/del)
(Radar Banten, 17 May 2013)
Hotel Berbintang Diizinkan
CIKANDE – Jasa perhotelan di wilayah Serang Timur (Sertim) mulai dibutuhkan. Investor perhotelan bakal menanamkan modalnya. Time that, perizinan pembangunan hotel bintang tiga di Kecamatan Cikande masih diproses Badan Perizinan Terpadu dan Penanaman Modal (BPTPM) Serang.
Terkait hal ini, Camat Cikande Adang Rahmat menilai, hotel bintang tiga di Sertim cukup strategis. Mengingat, belum ada satu pun hotel di wilayah ini. Padahal para pelaku bisnis dan pelaku usaha membutuhkan untuk menginap, rapat, dan keperluan lain. “Beberapa waktu lalu, saya kedatangan investor dari Jakarta. Dia akan bangun hotel bintang tiga di Cikande,” reported, Thursday (16/5).
Adang kemudian mengarahkan investor untuk konsultasi dengan Dinas Tata Ruang Bangunan dan Perumahan (DTRBP) serta BPTPM. Tujuannya, agar lokasi bakal hotel bintang tiga itu tidak melanggar Peraturan Daerah (Perda) Nomor 10 Year 2011 tentang Rencana Tata Ruang dan Wilayah (RTRW) Serang. “Kami berharap, jadi dibangun,” tegas Adang.
He said, pertumbuhan industri di Sertim cukup pesat sehingga harus diimbangi dengan industri jasa dan perdagangan yang memadai. Dengan begitu, uang dari Sertim tidak keluar ke daerah. “During this, masyarakat belanja ke Kota Serang atau Tangerang karena di sini tidak ada supermarket,” kata Adang mencontohkan.
Menurut Kepala Seksi Perencana Tata Ruang DTRBP Kabupaten Serang Mohamad Hanafiah, pembangunan hotel dan supermarket tidak dilarang di dalam koridor jalan negara seperti Jalan Raya Serang-Jakarta. Hotel dan supermarket dilarang berdiri di zona industri. “Sertim itu memang untuk industri, tapi ada juga daerah yang bisa untuk hotel dan supermarket,” bright.
Kepala BPTPM Kabupaten Serang Deddi Setiadi ketika dikonfirmasi membenarkan jika perizinan hotel bintang tiga itu sedang diproses. Ia tidak ingat lokasi dan nama investornya. (tur/don/ags)
(Radar Banten, 17 May 2013)
Objek Wisata Banten Berkembang Pesat
SERANG – Sejak pertama kali ditetapkan sebagai provinsi ke-33 pada tahun 2000, Provinsi Banten terus mengalami perkembangan, khususnya di sektor pariwisata. Hal itu dibuktikan dalam kurun waktu lima tahun terakhir, Banten mengalami penambahan objek wisata hingga dua kali lipat. Semula yang tercatat dalam rencana induk pengembangan pariwisata (Perda Nomor 9/2005), objek wisata yang dimiliki hanya 204 titik. But, kini sudah berkembang dan bertambah menjadi 524 objek yang tersebar di 18 kawasan wisata.
Demikian dipaparkan Plt Kepala Dinas Budaya dan Pariwisata (Disbudpar) Banten Husni Hasan melalui rilis yang diterima Radar Banten, Thursday (16/5).
Destinasi unggulannya, jelas Husni, antara lain Kesultanan Banten Lama, Anyer Beach, Carita, Kawasan Ekonomi Khusus (CAKE) Cape Lesung, Pulau Umang, Cisungsang, Taman Nasional ujung Kulon, akses kawasan Gunung Krakatau, Baduy, wisata belanja, serta objek lain yang sedang dikembangkan.
Dengan banyaknya objek wisata yang tersebar di beberapa kawasan tersebut, membuat Pemprov Banten optimistis mencanangkan Visit Banten 2015. Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan melakukan Grand Opening Banten sebagai Tujuan Wisata yang dilakukan di Ratu Hotel Bidakara, Sunday (19/5). “Dengan dicanangkannya Banten sebagai tujuan wisata bagi wisatawan nusantara maupun mancanegara akan memberikan dampak peningkatan ekonomi bagi masyarakat Banten dan memuluskan pencanangan Visit Banten 2015,” ujar Husni Hasan.
kata days, pencanangan Visit Banten 2015 bukan tanpa dasar. Berdasarkan data yang dimiliki Disbudpar Banten, target kunjungan wisatawan dalam kurun waktu 2007-2012 rata-rata mengalami peningkatan hingga 9 percent, baik untuk wisatawan nusantara maupun mancanegara. Selain itu, pihak swasta juga ikut mendorong pencanangan Visit Banten 2015 ini dengan banyaknya investasi yang ditanamkan untuk sektor pariwisata, khususnya untuk hotel dan restoran. Husni juga menjelaskan, tercatat sejak 2005 until 2012, total ada 215 hotel dengan perincian 37 hotel berbintang dan 178 hotel biasa. “Peran dari Pemprov Banten adalah dengan menciptakan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat sehingga wisatawan yang datang terus meningkat. Selain itu, kita juga terus meningkatkan pelayanan dan stabilitas keamanan. Menyinergikan peran pemangku kepentingan baik pemerintah, partisipasi aktif masyarakat, maupun dunia usaha merupakan kunci dalam mengoptimalkan nilai tambah bagi masyarakat di sektor pariwisata,” he said. (*)
(Radar Banten, 17 May 2013)