Disbudpar Usulkan Anggaran Rp16 Miliar

Written by Disbudpar Banten on April 24th, 2012. Posted in News

SERANG, (KB).-
Disbudpar Banten mengusulkan pagu anggaran 2013 senilai Rp16 miliar. Anggaran tersebut antara lain dialokasikan untuk perbaikan infrastruktur penunjang pariwisata.

“Angka Rp16 miliar itu baru pagu indikatif hasil rapat koordinasi dengan kab./kota beberapa waktu lalu,” kata Sekretaris Disbudpar Banten Teddy Rukman, kemarin.

Ia mengatakan, berdasarkan usulan kab./kota, anggaran tersebut memang paling banyak dialokasikan untuk perbaikan infrastruktur penunjang pariwisata, seperti toilet, cottage dan jalan menuju objek wisata.

Menurut dia, penataan objek wisata merupakan tanggung jawab kab./kota. Pasalnya, kab./kota yang menarik Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor pariwisata tersebut. Namun demikian, kata dia, kab./kota menginginkan pemprov membantu dalam hal penataan objek wisata, termasuk juga dalam hal promosi wisata.

Tedy mengungkapkan, untuk promosi pihaknya telah melakukan promosi antara lain melalui media elektronik dan cetak. selain itu, melalui berbagai event-event tertentu, Disbudpar juga turut ambil bagian.

Mengenai penataan objek wisata, Tedy mengatakan, kalau mengandalkan anggaran dalam APBD tentu tidak mencukupi sesuai kebutuhan. Oleh karena itu, pelaksanaannya bisa melakukan kerja sama dengan pihak swasta.

“Misalnya, pembangunan toilet. Kebutuhan dua toilet tetapi anggaran cuma untuk satu toilet berarti satu toilet lagi bisa dikerjasamakan dengan pihak swasta,” ucapnya.

Kepala Disbudpar Banten Ajak Moeslim mengatakan, usulan program Disbudpar acuannya pada Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD). Menurut dia, karena fokusnya infrastruktur, Disbudpar juga menyesuaikan dengan program yang tertuang dalam RPJMD tersebut.

“Perbaikan infrastruktur pariwisata bukan hanya di wilayah selatan Banten saja, tetapi juga daerah lain,” katanya.

Namun demikian, Ajak mengatakan, pada 2013 memang pihaknya akan mengalokasikan dukungan anggaran untuk pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata. (H-32)***

(Kabar Banten, 24 April 2012)


Peringatan Krakatau

Written by Disbudpar Banten on March 1st, 2012. Posted in News

Momentum Tarik Wisman

PERINGATAN meletusnya Gunung Krakatau pada 1883 merupakan momentum dalam mempromosikan pariwisata  Banten. Dengan demikian, bisa menarik wisatawan mancanegara.

Demikian terungkap saat Wakil Gubernur Banten Rano Karno menerima kunjungan dari Konsulat Jenderal (Konjen) RI untuk Australia di ruang wakil gubernur, Rabu (29/2) kemarin. Rombongan Konjen RI untuk Australia dipimpin langsung Konsul Jenderal (Consul General) Gary RM Jusuf didampingi Konsul Konseler Fahmi Jamaludin.

Dalam pertemuan tersebut, Gary mengatakan, kedatangannya ke Banten dalam rangka penjajakan potensi investasi, terutama dalam bidang pariwisata. Menurut Gary, Banten yang terletak di ujung barat Pulau Jawa memiliki potensi pariwisata yang sangat besar, salah satunya Gunung Anak Krakatau. Gary mengaku, Konjen RI untuk Australia berminat membantu Pemprov Banten dalam event peringatan 130 meletusnya Krakatau. “Saya sangat dukung sekali ide ini, dan kami ingin bantu Pemprov Banten dalam penyelenggaraan event itu,” ujar Gary.

Menurutnya, bantuan dalam bentuk menjual alias mempromosikan potensi pariwisata tersebut kepada pemerintah Australia termasuk kepada masyarakatnya. “Kami harap, banyak warga Australia yang berminat datang pada event itu,” katanya.

Saat ditanya konsep event, Gary mengaku, masih belum mengetahuinya. Pasalnya, kedatangannya kemarin baru penjajakan. “Nanti kita bahas lagi lebih lanjut,” ungkapnya.

Menurut dia, Krakatau memiliki daya tarik besar untuk menarik wisatawan mancanegara, terutama dari Australia. Namun, Gary tidak dapat memastikan berapa banyak wisatawan yang akan datang untuk menyaksikan event peringatan 130 tahun meletusnya Gunung Krakatau.

Selain Krakatau, potensi pariwisata lain yang akan dijual Komjen RI untuk Australia adalah Pantai Sawarna, Kabupaten Lebak. Pantai tersebut selama ini banyak dikunjungi wisatawan asing untuk bermain surfing. Namun, kunjungan wisatawan asing itu tidak sebanyak di Bali. “Kami akan coba kembangkan potensi itu dan promosikan ke pemerintah Australia serta masyarakatnya. Jika mereka berminat, tidak menutup kemungkinan akan menanam investasi di sini,” tuturnya.

Sementara, Wagub Banten Rano Karno mengaku menyambut baik dukungan Konjen RI untuk Australia yang akan mendukung perayaan 130 tahun meletusnya Gunung Krakatau. Menurut Rano, Krakatau merupakan salah satu potensi pariwisata yang dikenal di mancanegara. Itu sebabnya, momentum bertepatan pada 130 tahun meletusnya gunung berapi tersebut akan dijadikan sebagai momentum menarik wisatawan mancanegara. “Dengan begitu, Banten bisa dikenal masyarakat luar negeri. Dari momen itu kita pun bisa mempromosikan potensi lain,” katanya. (Maksuni/KB)***

(Kabar Banten, 1 Maret 2012)


Investasi KEK Pariwisata Tanjung Lesung Rp60 T

Written by Disbudpar Banten on February 21st, 2012. Posted in News

SERANG, (KB).-
Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) pariwisata Tanjung Lesung, Kabupaten Pandeglang diperkirakan membutuhkan investasi Rp60 triliun. Nilai investasi tersebut sudah termasuk sarana penunjang, seperti Bandara Banten Selatan (Bansel), jalan tol, dan sebagainya.

“Berdasarkan informasi, investasi KEK pariwisata Tanjung Lesung mencapai Rp60 triliun. Anggaran tersebut masih belum pasti, itu baru sekadar informasi yang kami terima,” kata Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Banten, Ajak Moeslim, Senin (20/2).

Menurut Ajak, kawasan pariwisata Tanjung Lesung membutuhkan lahan seluas 1.500 hektare (ha). Saat ini, pemprov dan pihak ketiga telah membebaskan sekitar 1.300 ha, sehingga tinggal tersisa sekitar 200 ha lagi. “Pihak ketiga itu ada tiga perusahaan, salah satunya PT Banten West Java,” kata Ajak.

Ia menyatakan, pemprov saat ini sedang menunggu terbitnya peraturan pemerintah (PP) sebagai penjabaran dari UU No. 39 Tahun 2009 tentang KEK yang di dalamnya mengatur tentang pengembangan KEK pariwisata. Selain itu, PP juga mengacu pada UU No. 10 tahun 2009 tentang Kepariwisataan.

“Isi undang-undang itu masih umum, sehingga dibutuhkan PP untuk mengatur secara khusus tentang pengembangan dan pengelolaan KEK pariwisata Tanjung Lesung yang berada di Kabupaten Pandeglang,” ujarnya.

Ajak menyatakan, jika PP yang khusus menjabarkan sistem pengembangan dan pengelolaan Tanjung Lesung tersebut telah selesai dibuat, Disbudpar Banten selanjutnya akan membuat dewan kawasan yang berperan sebagai lembaga mempromosikan sekaligus mendukung pengembangan Tanjung Lesung.

“Untuk itu, proses pembuatan PP harus dimulai dari sekarang, sehingga, kami bisa cepat bergerak,” tuturnya.

Dukungan pemerintah
Sementara itu, Ketua Harian Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Banten, Ashok Kumar menegaskan, PHRI berkomitmen untuk mendukung pengembangan pariwisata di Banten. Termasuk pengembangan pariwisata Tanjung Lesung yang telah ditetapkan sebagai KEK pariwisata.

Namun, menurut Ashok, komitmen tersebut butuh dukungan dari pemerintah. Terutama dukungan sarana dan prasarana penunjang.

“Hal-hal yang menjadi daya tarik wisatawan mengunjungi pariwisata bukan hanya karena keindahannya saja, namun juga sarana penunjang. Misalnya, soal jalan. Kalau jalannya bagus, wisatawan pasti akan mau datang untuk mengunjunginya,” kata Ashok.

Ketua komisi II DPRD Banten, Budi Prajogo mengungkapkan, Komisi II beberapa waktu lalu sudah datang ke kantor Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif untuk memastikan terkait penetapan Tanjung Lesung sebagai KEK Pariwisata. “Sekarang ini, PP sedang dalam proses,” kata Budi.

Ia mengungkapkan, pihaknya mendorong Pemprov Banten untuk mempersiapkan sarana dan prasarana pendukungnya sehingga KEK Pariwisata Tanjung Lesung bisa berkembang cepat sehingga menarik para wisatawan datang ke Provinsi Banten. (H-32)***

(Kabar Banten, 21 Februari 2012)


Gubernur Peroleh Penghargaan Agrowisata

Written by Disbudpar Banten on February 16th, 2012. Posted in News

SERANG, (KB).-
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Mari Elka Pangestu, memberikan penghargaan kepada para penggiat bunga yang berjasa dalam memajukan Agrowisata bunga Nusantara.

Penghargaan itu diserahkan Menparekraf pada acara “Awarding Night 2012, Say It With Flower” di Balairung Soesilo Soedarman Gedung Sapta pesona Jakarta, Selasa malam. Salah satu yang mendapat penghargaan tersebut yakni Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah.

Acara yang diselenggarakan oleh Himpunan Insan Cinta Bunga Nusantara (HICIBAN) bekerja sama dengan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif itu merupakan salah satu bentuk apresiasi terhadap para pelaku industri bunga dan tokoh masyarakat, termasuk kepala daerah.

“Ini diberikan kepada mereka yang telah memberikan pengabdian dan prestasinya dalam menciptakan pencitraan dan memajukan industri agrowisata bunga Nusantara, yang erat kaitannya dengan pariwisata khususnya dalam program ‘Sapta Pesona’, yakni menciptakan suasana aman, tertib, bersih, sejuk, indah, ramah, dan penuh kenangan kepada wisatawan,” kata Mari Elka Pangestu.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Provinsi Banten Ajak Moeslim mengatakan, pemberian penghargaan ini karena, atas prestasi Gubernur Banten selaku kepala daerah dinilai berhasil melakukan pembinaan terhadap komunitas bunga yang ada di Provinsi Banten. Penghargaan yang diterima Gubernur Banten ini diwakili oleh Asda II Pemprov Banten HM Shaleh MT.

“Ini penghargaan yang pertama kali diterima oleh Gubernur Banten di bidang Agrowisata. Karena ibu Gubernur dinilai berjasa dan memiliki komitmen dalam memajukan Agrowisata Bunga Nusantara di Banten,” jelasnya, Rabu, (15/2).

Ajak mengatakan, pemberian penghargaan yang diselenggarakan oleh HICIBAN bekerja sama dengan Kemenparekraf itu merupakan salah satu bentuk apresiasi terhadap para pelaku industri bunga dan tokoh masyarakat, termasuk kepala daerah.

“Ini diberikan kepada mereka yang telah memberikan pengabdian dan prestasinya dalam menciptakan pencitraan dan memajukan industri agrowisata bunga Nusantara, yang erat kaitannya dengan pariwisata khususnya dalam program Sapta Pesona, yakni menciptakan suasana aman, tertib, bersih, sejuk, indah, ramah, dan penuh kenangan kepada wisatawan,” kata Ajak.

Ajak menerangkan, ada tiga kategori penghargaan yang diberikan. Pertama, The Pioneer beauty Inspiring diberikan kepada Ray Suhardhani Bustanil Arifin sebagai pelopor bunga nusantara. Ray Suhardhani selain dikenal karena menggagas pembangunan Taman Bunga Nusantara, namanya juga dijadikan sebagai nama bunga di negeri Belanda. Sedangkan, kategori kedua, The Best Beauty Inspiring diberikan kepada Henny Sutanto, karena kreativitasnya mengembangkan bunga kering serta memberikan pendidikan merangkai bunga di kalangan keluarga besar Bhayangkari. Sedangkan kategori ketiga The Best Achievement diberikan kepada Gubernur, Bupati/Walikota dan Asosiasi Bunga sebanyak 35 orang.

“Dari ketiga kategori penghargaan yang diberikan, Gubernur Banten mendapatkan penghargaan dengan kategori The Best Achievement,” katanya.

Ajak menerangkan, selain Gubernur Banten, dalam acara itu juga ada sembilan Gubernur, tujuh walikota dan dua bupati menerima penghargaan serupa. (H-32/Ant)***

(Kabar Banten, 16 Februari 2012)


Percepat Pembangunan Jembatan Selat Sunda

Written by Disbudpar Banten on February 2nd, 2012. Posted in News

SERANG – Kemarin, Gubernur Ratu Atut Chosiyah menghadiri undangan rapat terkait tindak lanjut Perpres 86 Tahun 2011 tentang Persiapan Pengembangan Kawasan Strategis dan Infrastruktur Selat Sunda di ruang rapat kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian di Jakarta. Rapat yang dipimpin Menko Bidang Perekonomian selaku Ketua Dewan Pengarah Pembangunan Jembatan Selat Sunda (JSS) Hatta Rajasa, membahas mengenai percepatan pembentukan badan pelaksana kawasan strategis yang merupakan imbas dari pembangunan JSS.

Dalam rapat juga dibahas sejauh mana dukungan kementerian terkait dan Pemerintah Daerah Banten dan Lampung untuk mendukung kelancaran pembangunan JSS. “Di antaranya aspek koordinasi antara Banten dan Lampung untuk kelancaran penyelenggaraan proyek kawasan strategis dan infrastruktur Selat Sunda. Termasuk dukungan perwakilannya untuk finalisasi perjanjian kerja sama. Oleh sebab itu, kita mendorong agar badan pelaksana kawasan strategis bisa segera terbentuk sesuai dengan Perpres,” ujar Hatta yang didampingi Menteri Pekerjaan Umum dan Menteri Perhubungan.

Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto menambahkan, pembangunan JSS bertujuan untuk pemerataan dan percepatan pertumbuhan ekonomi Indonesia. Yaitu dengan konsep menghubungkan Banten dan Lampung sebagai kawasan ekonomi yang terintegrasi. “Serta mengembangkan industri berbasis energi dan sumber daya alam di Lampung untuk meningkatkan ekspor serta mengembangkan industri ringan dan ramah lingkungan di Banten untuk mendukung daerah metropolitan di Pulau Jawa,” tegasnya.

Gubernur Ratu Atut Chosiyah menyampaikan bahwa terkait rapat koordinasi tindak lanjut percepatan pembangunan JSS itu yaitu pembahasan Perpres 86 Tahun 2011. “Bahasan utamanya adalah harus segera membentuk badan pelaksana kawasan strategis karena dampak ekonominya sangat besar bagi Banten dan Lampung. Badan ini yang nantinya berperan melakukan penandatanganan kerja sama dengan pihak terkait. Badan ini harus segera dibentuk karena progres yang kita kejar yaitu jangka waktu harus diselesaikan terkait persiapan sampai ground breaking yaitu hanya 24 bulan,” ujar Atut.

Atut menjelaskan, perencanaan pembangunan JSS bukan sekadar jembatan membentang yang menyambungkan Pulau Jawa dengan Pulau Sumatera. “Tapi ada pengembangan kawasan strategis yang akan dikembangkan di Banten maupun di Lampung dalam rangka mendukung keberadaan JSS ini,” tutupnya. (bon/alt/zen)

(Radar Banten, 2 Februari 2012)