Pariwisata Pilar Ekonomi Pembangunan Banten

Written by Disbudpar Banten on October 5th, 2012. Posted in News

SEJAK Banten ditetapkan sebagai provinsi melalui Undang-Undang Nomor 32 tahun 2000, pariwisata menjadi salah satu pilar ekonomi dalam pembangunan Banten. Dalam kurun waktu 10 tahun terakhir objek wisata yang semula tercatat dalam Perda Nomor 9/2005 tentang Rencana Induk Pengembangan Pariwisata Daerah (RIPPDA) berjumlah 204, kini bertambah menjadi 524 obyek wisata, hal ini direspon dengan peningkatan investasi di bidang usaha jasa pariwisata khususnya hotel dan restoran. Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) Banten sejak tahun 2005-2010 mengalami peningkatan jumlah hotel diatas 30 persen atau dari 150 menjadi 215 hotel (37 berbintang dan 178 hotel non bintang).

Angka tingkat hunian hotel dan lama inap wisatawan menunjukkan peningkatan, sekalipun sempat didera dampak isu bencana alam, wabah penyakit dan stabilitas keamanan. Seiring dengan upaya pemerintah bersama dunia usaha serta kesadaran masyarakat melalui pengembangan objek, pembinaan, program fasilitasi, serta peningkatan pelayanan Budpar dan perbaikan infrastruktur maka secara berangsur minat kunjungan wisatawan kembali menunjukkan peningkatan.

Kontribusi ekonomi menurut lapangan usaha pada PDRB 2011, perdagangan, hotel dan restoran (PHR) menempati posisi kedua sebesar 20,12 persen dengan membukukan tingkat pertumbuhan tertinggi sejak 2009-2010 yaitu 1,16 persen menjadi 1,63 persen (BPS,2011).

Kondisi ini patut diapresiasi sebagai hasil kerja dan wujud komitmen bersama seluruh pihak sekaligus sebagai motivasi ke depan untuk menjadikan Banten sebagai daerah tujuan wisata yang berdaya saing. Hal tersebut merupakan tantangan bagi Provinsi Banten untuk terus berupaya memperbaiki kinerja sektor hulu sampai hilir karena pariwisata bukan hanya terbatas pada pelayanan jasa pariwisata saja, tetapi mencakup pelayanan kebutuhan dasar manusia antara lain jaminan keamanan, kenyamanan, transportasi, infrastruktur teknologi informasi, sanitasi, ketersediaan komoditas pangan disamping atraksi budaya.

Digulirkannya konsep neraca satelit pariwisata/tourism satelite account (TSA) oleh pemerintah pada awal tahun 2000 ini, merupakan fakta atas adanya kebutuhan data/informasi terpadu yang mampu mendeskripsikan dinamika dan interaksi seluruh sektor, prilaku konsumsi wisatawan serta seberapa jauh dampak yang ditimbulkan oleh sektor budpar dalam pertumbuhan ekonomi.

Tercatat dalam data Nesparda Banten 2011, dampak dari kunjungan wisatawan nusantara sebesar 3.202.158 dan wisatawan mancanegara 20.604 dengan pengeluaran konsumsi yang dilakukan oleh wisatawan mencapai Rp 5,66 triliun, telah memberi dampak pada terciptanya output ekonomi sebesar Rp 8,69 triliun atau lebih dari 1,5 kali lipat dari total konsumsi yang dikeluarkan. Jumlah kesempatan kerja yang tercipta di semua sektor ekonomi baik sektor pariwisata maupun non pariwisata. (*)

(Radar Banten, 4 Oktober 2012)


Trackback from your site.

Disbudpar Banten

bantenculturetourism.com

Leave a comment