Author Archive

Disbudpar Banten

bantenculturetourism.com

HARI MUSIK NASIONAL 2015

Written by Disbudpar Banten on April 7th, 2015. Posted in News

Dalam rangka mengapresiasi dan mendorong generasi muda untuk berkarya dan berkreasi di bidang seni musik, agar dapat memotivasi kreatifitas para insan musik,  pemerintah provinsi banten melaksanakan peringatan hari musik nasional tingkat Provinsi Banten.

Kegiatan peringatan hari musik nasional tahun 2015 dikemas dalam event “Banten Music Day & Ethnic Exhibition”.

Digelarnya peringatan hari musik nasional tingkat provinsi banten merupakan salah satu realisasi kegiatan pembinaan kesenian daerah sebagaimana tercantum dalam rencana strategis Dinas Kebudayaan Dan Pariwisata Provinsi Banten Tahun 2012-2017.

Kegiatan ini mendukung terhadap pencapaian kinerja Program Pengelolaan dan Pengembangan Keragaman, Kekayaan dan Nilai Budaya sebagaimana rencana pembangunan jangka menengah daerah Provinsi Banten Tahun 2012-2017.

Maksud dilaksanakannya peringatan hari musik nasional tingkat provinsi banten adalah bentuk apresiasi pemerintah provinsi banten atas kreativitas generasi muda di bidang seni musik.

Tujuan nya adalah untuk mendorong partisipasi generasi muda dalam pembangunan kebudayaan melalui seni musik.

Materi kegiatan meliputi :

  1. Pentas musik tradisional dari 8 kab./kota
  2. Pentas musik modern dari 8 kab./kota
  3. Festival musik antar komunitas
  4. Bazaar UMKM yang bekerjasama dengan Dinkop UMKM serta ASSIPA Banten;
  5. Pameran produk dari sponsor;
  6. Pemilihan Putri Kalimaya, dan
  7. Pentas artis Ibukota

Waktu dan tempat pelaksanaan tanggal 23 – 28 maret 2015, di kawasan Pendopo Lama Gubernur Banten.

Biaya pelaksanaan untuk sehari menggunakan alokasi anggaran APBD Provinsi Banten TA. 2015 serta selebihnya berasal dari bantuan partisipasi  sponsorship yang sifatnya  tidak mengikat.

Foto-foto Kegiatan:

(disbudpar provinsi banten 2015)


KEK Tanjung Lesung Dikebut

Written by Disbudpar Banten on February 24th, 2015. Posted in News

Ditarget Tiga Tahun, Investasi Rp4,83 Triliun
KEK Tanjung Lesung Dikebut

Presiden Republik Indonesia (RI) Joko Widodo (Jokowi) meresmikan pembangunan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Lesung di Kecamatan Panimbang, Kabupaten Pandeglang, Senin (23/2). Tanjung Lesung akan dijadikan international world class destination atau destinasi kelas dunia.

NILAI investasi yang direncanakan PT Jababeka Tbk melalui anak usahanya PT Banten West Java (BWJ) Tourism untuk KEK Tanjung Lesung cukup luar biasa hingga mencapai Rp4,83 triliun di atas lahan 1.500 hektare (ha) dan garis pantai kurang lebih 13 kilometer (km).

PT Jababeka menargetkan KEK Tanjung Lesung rampung pada 2022. Namun Presiden Jokowi meminta target tersebut dipercepat dengan hanya tiga tahun dari sekarang atau selesai akhir 2017.

Jokowi mengatakan siap mendukung percepatan KEK Tanjung Lesung dengan menyiapkan anggaran Rp5 triliun untuk membangun Jalan Tol Serang-Panimbang. Sebab, pengembangan KEK Tanjung Lesung terhambat sarana dan prasarananya.

Kata Jokowi, Tol Serang-Panimbang akan dibangun sepanjang 80 kilometer (Km). “Ketika di jalan, saya sudah menghubungi Menteri Pekerjaan Umum agar menyiapkan anggaran di tahun ini untuk pembangunan Jalan Tol Serang-Panimbang, pembebasan lahan kami serahkan ke Pemkab Pandeglang atau Pemerintah Provinsi Banten,” kata Jokowi.

Ia menambahkan, pembuatan jalan tol ditargetkan rampung dalam waktu tiga tahun ke depan. Namun menurutnya, pihak pengembang yakni PT Jababeka atau PT BWJ juga harus berkomitmen untuk menyelesaikan fasilitas-fasilitas yang belum ada seperti lapangan golf, penambahan kamar vila, pelabuhan kapal laut, atau pembangunan hotel. “Wisatawan dalam negeri atau pun luar negeri membutuhkan tempat wisata dengan fasilitas yang lengkap. Makanya pemerintah menyiapkan sarana penunjang serta pihak pengembang menyiapkan sarana di dalam kawasan,” ujarnya.

Mantan Gubernur Jakarta itu optimistis, KEK Tanjung Lesung akan menarik wisatawan yang selama ini hanya 250 pengunjung per tahun akan meningkat menjadi satu juta orang per tahun. “Tentu semua fasilitas penunjang sudah lengkap. Wisatawan bukan hanya akan berkunjung ke Tanjung Lesung saja, tetapi juga wisata lain seperti Carita atau pun Anyer,” pungkasnya.

Plt Gubernur Rano Karno mengatakan, keberadaan KEK Tanjung Lesung merupakan momentum untuk mengembangkan ekonomi skala lokal dan nasional. Rano optimistis, KEK Tanjung Lesung mampu mengentaskan kemiskinan atau ketimpangan di Banten. “Jika KEK Tanjung Lesung beroperasi maka perputaran uang di Pandeglang sangat banyak, serta dapat mengurangi jumlah pengangguran,” katanya.

Direktur Utama CEO PT Jababeka SD Darmono mengatakan, sudah melakukan kerja sama dengan para investor untuk melakukan pembangunan sarana seperti marina, pelabuhan, lapangan golf, hotel, resor, serta sarana olahraga. “Tadi, kita sudah menandatangani nota kerja sama dengan berbagai investor seperti President University, Pelindo, Telkom, serta perusahaan lain,” katanya.

Bupati Pandeglang Erwan Kurtubi meminta, masyarakat mendukung KEK Tanjung Lesung karena pariwisata akan sejalan dengan religiusitas penduduk. “Ini merupakan kesempatan emas untuk Pandeglang karena dengan kawasan tersebut, selain dapat menyiapkan lowongan kerja sebanyak 200 ribu, juga membuka peluang ekonomi kreatif,” katanya.

KUNJUNGI NELAYAN PANIMBANG
Usai meresmikan KEK Tanjung Lesung, Jokowi melanjutkan kunjungan kerja bersama Plt Gubernur Rano Karno ke Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Kecamatan Panimbang. Warga menyampaikan masalah mulai dari tidak ada bantuan bagi nelayan, larangan alat tangkap, hingga ingin mendapatkan bantuan perumahan.

Menanggapi aspirasi itu, Jokowi berjanji akan menugaskan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti menemui para nelayan di Pandeglang. “Nanti biar Bu Menteri ke sini saja agar bisa menjelaskan kepada nelayan,” kata Jokowi yang langsung disambut tepuk tangan para nelayan.

Terkait permintaan bantuan, Jokowi langsung memberikan sumbangan Rp30 juta untuk pengolahan ikan dan Rp50 juta untuk kelompok nelayan. Ia juga menjanjikan pembangunan perumahan nelayan dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.(mg-11/alt/ags)

(Radar Banten, 24 Februari 2015)


LAUNCHING CALENDAR OF EVENT BANTEN 2015

Written by Disbudpar Banten on December 12th, 2014. Posted in News

Jakarta, 11 Desember 2014Kementerian Pariwisata mendukung dan menyambut baik penyelenggaraan Launching Calender of Event Banten 2015, sebagai wujud dari komitmen Provinsi Banten dalam pengembangan kebudayaan dan kepariwisataan. Merupakan momentum yang sangat penting dalam rangka pencitraan negara Indonesia dan khususnya Provinsi Banten di bidang kepariwisataan.

Calender of Event Banten merupakan jendela promosi karya budaya dan pariwisata Provinsi Banten bagi para wisatawan sekaligus sebuah landmark sinergi yang kokoh dari Pemerintah Provinsi/Kabupaten/Kota, pelaku industri, pelaku budaya, pemerhati kebudayaan dan pariwisata, pemangku kepentingan, masyarakat serta seluruh media massa yang merupakan landasan kesuksesan dalam rangka memperkenalkan kebudayaan dan pariwisata Banten di masyarakat luas serta mendorong terbentuknya citra produk unggulan di pasar baik domestik maupun mancanegara.

“Banten sebagai salah satu provinsi yang sarat dengan sumber daya pariwisata dan khasanah budaya memiliki peluang besar sebagai destinasi pariwisata unggulan dan favorit bagi wisatawan mancenegara maupun wisatawan domestik,” kata Menteri Pariwisata, Dr. Ir. Arief Yahya, M.Sc pada Launching Calender of Event Banten 2015 di Balairung Soesilo Soedarman, Kamis (11/12).

Ditambahkannya oleh Menteri Pariwisata,  bahwa Banten harus gencar mempromosikan produk-produk pariwisata agar menjadi bagian branding Wonderful Indonesia atau Pesona Indonesia, sehingga terkenal ke seluruh penjuru dunia. Dengan demikian, cita-cita agar Banten semakin dikenal dan berkembang pada sektor pariwisata dan kebudayaan pun dapat terwujud seiring dengan meningkatnya minat kunjungan wisatawan.

Kementerian Pariwisata dalam membangun daya tarik wisata dengan penekanannya kepada 3 (tiga) kelompok,  yaitu pertama Nature (Wisata Alam), seperti : wisata bahari, ekologi, wisata petualangan, yang kedua Culture (Wisata Budaya) seperti : wisata heritage dan religi, wisata kuliner dan belanja, wisata kota dan desa, sedangkan yang ketiga adalah Manmade (Wisata Hasil Buatan Manusia) seperti : wisata MICE dan event, wisata olahraga dan wisata kawasan terpadu (integrated resort).

Dalam rangka pengembangan kepariwisataan dengan peningkatan promosi sebagai hal yang prioritas, agar pariwisata Indonesia lebih dikenal luas melalui ketiga hal tersebut di atas, yaitu : Nature, Culture dan Manmade (hospitality).

Menurut Plt. Gubernur Banten, Rano Karno bahwa Banten sebagai salah satu Provinsi yang strategis memiliki letak geografis berbatasan langsung dengan Ibu Kota Negara serta sebagai pintu gerbang arus lalulintas Pulau Jawa dan Sumatera, berpeluang meraup pasar potensial. “Dengan mengkolaborasi keragaman potensi serta pengemasan berbagai event unggulan merupakan strategi promosi inovatif yang akan menciptakan peluang-peluang pengembangan serta mendorong kreatifitas budaya di masyarakat” tambah Rano Karno.

Beberapa alasan yang merupakan keunggulan dari acara ini antara lain sebagai wadah promosi efektif dan efisien karena market fasilitasi pasar utama yang variatif, venue yang representative serta timing pemilihan waktu di akhir tahun yang prospektif baik bai promosi year end sale juga program sepanjang tahun 2015, sehingga tepat apabila dikatakan sebagai promosi low budget high impact, media publication didukung untuk meliput dan mempublikasikan moment ini.

Pemerintah maupun industry tentu sangat tepat untuk memanfaatkan acara ini dalam mengkomunikasikan pesan produk serta penguatan citra brand awareness kepada sasaran pasar. Melalui seluruh sekuen promosi yang tersedia diharapkan seluruh pelaku dapat berekspresi mengemas informasi produknya dengan memberikan experience penggunaan produk, interaksi produk dengan sasaran pasar serta terbentuk persepsi positif terhadap produk yang ditawarkan disesuaikan dengan kebutuhannya.

Menurut data Rencana Induk Pengembangan Pariwisata Daerah (RIPPDA), dari 526 objek dan daya tarik wisata dan baru sekitar 10 persen yang telah dikembangkan. BPS dalam Neraca Satelit Pariwisata Daerah 2012, mencatat sekitar 7 juta wisatawan domestic serta 20 ribu wisatawan mancanegara berwisata di Banten.

Adapun event-event pariwisata yang akan dilaksanakan pada tahun 2015 adalah :

  1. Festival Film Indonesia tahun 2015;
  2. Seba Baduy;
  3. Banten Beach Festival;
  4. Gebyar Wisata Banten;
  5. Banten Beach Festival;
  6. Ci Sungsang;
  7. Festival Cisadane;
  8. Festival Panjang Mulud;
  9. Festival Kuliner;
  10. Lomba Foto Pariwisata;
  11. Offroad Adventure

Kegiatan ini juga diharapkan dapat menjadi perhatian dunia nasional dan  internasional, karena melibatkan Pemerintah Pusat dan Pemerintah Provinsi, Kabupaten dan Kota Banten serta seluruh pemangku kepentingan kebudayaan dan pariwisata. (Puskompublik)


Pengumuman Pemenang Lomba Foto Pariwisata Banten 2014

Written by Disbudpar Banten on December 11th, 2014. Posted in Info, News

SELAMAT KEPADA PARA PEMENANG